Tegal Mas Island, Segera Dibuka Lagi Sebagai Destinasi Wisata Lampung

INDONESIASATU.CO.ID:

LAMPUNG - Tegal Mas Island. Kini jadi primadona wisata Lampung. Pulau seluas 120 hektar itu tak kalah dari Bunaken, Provinsi Sulawesi Utara, atau Gili Trawangan, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hebatnya, kebanyakan wisatawan yang berlibur dan menikmati keindahan bahari di Kabupaten Pesawaran itu berasal dari luar Provinsi Lampung.

Masterplan Tegal Mas Islan. Saat ini terkendala perizinan.

Sayang, pengelolaan Tegal Mas Island masih terkendala perizinan. Bahkan, pulau keluarga itu menjadi atensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Pemprov Lampung.

Rabu (3/7) lalu, usai rapat soal perizinan, Penjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Fahrizal Darminto meminta pengelola Tegal Mas Island untuk melengkapi syarat perizinan. Bila lengkap, dipastikan selesai pekan depan. Artinya, itu adalah pekan ini.

“Selagi kewenangan provinsi dan diperbolehkan. Kalau semua sudah oke, kenapa harus lama-lama,” tutur Fahrizal.

Sementara, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Chandra Murni mengatakan perizinan Tegal Mas Island sedang dalam proses. “Tapi banyak yang terkait, semua masih dalam proses,” ujar Candra.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Fauziah memastikan akan mempercepat perizinan pulau tersebut.

Ternyata, walaupun masih diproses masalah perijinan,  pengelola tak kuasa menolak kunjungan wisatawan. Terlebih, mereka yang datang menuju ke pulau tersebut mempergunakan jasa perahu nelayan setempat.

“Saya asli warga yang bermukim di sini (Pulau Tegal Mas). Sejak Tegal Mas Island buka, saya menjadi nahkoda kapal yang melayani penyeberangan Sari Ringung menuju Tegal Mas, dan sebaliknya,” ungkap Syarif.

Kata nahkoda berusia 29 tahun itu, ia akan tetap melayani pengunjung jika ada yang mau menyeberang.

Nelayan Pulau Tegal Mas alih profesi sebagai pengantar wisatawan dari Sari Ringgung ke Tegal Mas Islan, atau sebaliknya.

“Sejak ada pengelolaan (Tegal Mas Island), penghasilan saya dan nelayan di sini yang beralih membawa pengunjung, bisa mencapai Rp300 sampai dengan Rp400 ribu sehari,” jelas dia.

Dan tentu saja pengelola tak mungkin menutup akses ke Tegal Mas Island yang berakibat pada penghasilan nelayan. Sementara pengelolaan pulau tersebut 75 persen dilakukan oleh 32 kepala keluarga (KK), yang terdapat di Pulau Tegal Mas, dan sisanya dari Sari Ringgung.

Setibanya, wisatawan yang rata-rata dari luar Lampung tersebut harus kecewa. Sebab, tak ada layanan dari pengelola Tegal Mas Island yang selama ini dilaksanakan.

Beruntung, rasa dahaga mereka terobati karena ada sebagian masyarakat Pulau Tegal Mas berniaga di pesisir pantai pulau tersebut.

Wisatawan pun masih dapat menikmati bermain di hamparan pasir putih, berenang, snorkling, dan diving.

Selain itu,  Tegal Mas Island punya nilai pesona tinggi. Alam bawah lautnya sungguh indah. Warna warni terumbu karang dan aneka ragam jenis ikan dapat dinikmati saat diving maupun snorkling.

Bahkan, jika beruntung, para penyelam dapat menikmati hiu tutul. Sebenarnya, nama binomial hiu ini secara ilmiah adalah hiu paus (rhincodon typus). Ia adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar.

Beginilah ketika penyelam beruntung bertemu hiu tutul saat ikan raksasa itu melintasi perairan tropis.

Meski demikian, hiu ini tidak buas. Tubuhnya yang besar bahkan acap kali ditunggangi penyelam, karena dapat diajak bermain-main.

Hiu jenis ini banyak terdapat di banyak lokasi penyelaman di wilayah tropis, macam Thailand, Maladewa, Filipina, Taiwan, Indonesia, sebagian laut Australia, dan Sri Lanka.

Karena itu, keberadaan hiu raksasa itu juga menjadi magnet tersendiri bagi penyelam, selain keragaman terumbu karang.

Untuk penginapan,  saat beroperasional, pengelola Tegal Mas Island menyediakan ragam pilihan. Untuk wilayah Selatan pulau, ada 10 cottage di pesisir pantai. Tarif per unit Rp. 1.5 sampai Rp3 juta per malam sudah berikut makan, diving, snorkling, kano, dan banana boat. Per cottage dapat diisi untuk enam orang.

Sementara cottage di bibir pantai atau lebih dikenal dengan cottage Lombok dibanderol Rp4 juta per malam plus makan, diving, snorkling, kano, dan banana boat.

Cottage Lombok I sebanyak 10 unit di bibir pantai Tegal Mas Island paling favorit dibooking wisatawan.

Setelah melakukan semua aktivitas itu, wisatawan dihibur dengan orgen tunggal di Restaurant & Resort. Namun ingat, hiburan melepas penat ini hanya ada ketika akhir pekan.

“Ada juga paket full day, dari pagi hingga sore seharga Rp170 ribu per pengunjung. Paket ini juga berikut makan siang dan pemanfaatan fasilitas yang ada,” jelas KH Wijaya, pengawas Tegal Mas Island.

Untuk booking tempat, lanjut Jaya, sapaan akrab warga Morotai, Bandar Lampung, ini dapat memesan di Tegal Mas Thomas Island on Instagram (IG).

“Wisatawan luar kota booking via IG @tegalmasthomas,” ucap Jaya.

Soal penyeberangan dari dan menuju Tegal Mas, bisa pihaknya yang langsung memfasilitasi. Namun, wisatawan juga diberikan kebebasan untuk memesan langsung kepada nelayan setempat.

“Sejak tahun 2018, kami sudah melibatkan 32 KK di pulau ini dan mengajak mereka agar sadar wisata. Kami memberikan pemahaman bahwa mereka akan merasakan dampak positif dengan semakin terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha,” tutur Jaya.

Tegal Mas Island memberikan daya ungkit ekonomi terhadap 32 KK yang bermukim di pulau tersebut.

Dia juga menerangkan, perlu dukungan banyak pihak agar industri pariwisata tumbuh dan berkembang di Provinsi Lampung. Sebab, ada multiplier effect yang ditimbulkan.

“Industri pariwisata tidak berdiri sendiri. Ada dampak ekonomi yang ditimbulkan. Sektor pariwisata berdimensi multi sektor,” jelas dia.

Terbukti, dampak positif yang ditimbulkan oleh Tegal Mas Island terhadap perekonomian 32 KK setempat. Bahkan, di sisi Utara pulau, ada pembuat kapal yang meningkat pesat pesanannya.

“Wisatawan lokal yang datang, begitu tau (ada pembuat kapal) langsung memesan kapal. Sebelumnya mereka (wisatawan) kan nggak tau akan hal ini. Sementara, warga lainnya ada yang kita rekrut sebagai karyawan dan pekerja harian lepas. Siapa saja warga di sini yang ingin terlibat, kita terbuka lebar,” ungkapnya.

Pelibatan masyarakat itu akan semakin meningkat ke depannya. Karena, saat ini Tegal Mas Island terus berupaya melengkapi fasilitas guna memanjakan wisatawan.

Bahkan, saat ini sedang dikembangkan vila vila di posisi strategis dari 18 hektare luas pulau yang baru dimanfaatkan Tegal Mas Island.

Tegal Mas Island yang potensial untuk terus dikembangkan sebagai industri pariwisata andalan Lampung.

Masih dipertimbangkan pula untuk membuat jogging track. Mengingat sepanjang bibir pantai yang membujur cukup nyaman dan indah panoramanya.

“Fasilitasi jogging track sejalan dengan pola hidup sehat. Ini masih kita lihat progressnya ke depan,” pungkas Jaya. (Agung)

  • Whatsapp

Index Berita