EKSISTENSI PGRI DI BELITUNG TIMUR

helmi, 27 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:
Oleh: Sadi Suharto S.Ag
Wakil Skretaris PGRI Beltim.

Guru sebagai sebuah profesi haruslah mempunyai komitmen semakin meningkatkan eksistensi profesi tersebut. Meski secara resmi guru diakui sebagai sebuah profesi pada Tahun 2005 bersamaan dengan diberlakukannya Undang-Undang Guru dan Dosen, namun tentu saja jauh sebelum itu guru sudah eksis bahkan ikut aktif dalam berjuang demi kemerdekaan negeri ini. Oleh karena itu, guru bukanlah “kekuatan tak bergigi“ tetapi justru merupakan suatu modal yang paling besar dalam kemajuan bangsa ini. Hal inilah yang mendorong diperlakukannya organisasi profesi guru yang menghimpun kekuatan tadi sehingga dapat tersalurkan, dapat menjadi semakin besar, dan pada akhirnya dapat mempermudah tercapainya tujuan besar guru.

Guru harus mampu dan memiliki kepekaan menangkap kata-kata dan bagaimana cara mengatakannya sehingga mudah dimengerti oleh peserta didik. Disinilah diperlukan kreatifitas dan kemampuan agar betul-betul bisa berbuat sesuai kebutuhan anak didik. Akan menjadi mala petaka pendidikan jika tuntutan tersebut tidak bisa dipenuhi oleh seorang guru. Dan dengan sendirinya apa yang menjadi pesan yang harus disampaikan oleh guru tidak tersampaikan.

Dalam hal ini Guru tidak sekedar mendengarkan kata-kata yang terucap, tetapi juga yang secara non verbal maksudnya ketika mendengarkan sikap guru tidak mengadili, namun sungguh menempatkan diri sebagai pendengar yang baik. Guru juga harus melaksanakan 4 kompetensinya diantaranya kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional.

Guru sebagai tenaga inti kependidikan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal dan membangun pertumbuhan yang dapat menunjang perkembangan peserta didik. Dengan demikian, guru harus memiliki modal dasar penting dalam mengarahkan peserta didik untuk mencapai yang diharapkan baik perkembangan ranah afektif, kognetif dan psikomotoriknya.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen secara eksplisit, lugas dan jelas bahwa seorang guru harus menjadi anggota organisasi profesi guru. Hal ini tentu saja tidak sekedar guru aturan yang harus dijalankan oleh seorang guru, namun dimaksudkan agar guru tersebut lebih meyakinkan dalam meningkatkan kompetensinya, dan agar profesi guru yang disandangnya lebih bermartabat, serta berkenaan dengan terjaminnya kesejahteraan guru. Organisasi profesi guru harus mampu meyakinkan bahwa semua harapan guru dan Undang-Undang dapat direalisasikan.

Apabila organisasi profesi guru yang yang beranggotakan guru sebagai orang-orang terdidik dan terpelajaran, tentu akan semakin besar resistensinya terhadap kualitas organisasi tersebut. Namun demikian, dari sekian banyak organisasi guru saat ini, tentu saja PGRI merupakan organisasi guru yang paling siap, baik regulasi maupun jaringan untuk menjadi organisasi profesi guru.

Dalam upaya mewujudkan hal tersebutlah peranan PGRI sebagai organisasi yang menghimpun para guru diperlukan.  PGRI dituntut bisa mengikuti perkembagan terbaru dalam pendidikan. Sehingga dengan demikian PGRI lebih mudah untuk melahirkan program-program yang sesuai dengan tuntutan masa kini. Yakni tuntutan pendidikan di bawah gebrakan globalisasi dengan segala dinamikanya. Artinya dalam konteks kekinian PGRI dituntut mampu menyusun program-program yang dapat membantu meningkatkan kemampuan guru dalam segala aspek. Mulai dari kamampuan secara intelektual maupun kamampuan-kemampuan yang lain yang bisa menambah kecakapan guru. Sebab dengan demikian sebagai organisasi guru, PGRI akan mampu mambantu meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Hal ini merupakan tugas penting PGRI sebagai organisasi guru dalam menyiapkan guru-guru masa depan. Yakni guru yang betul-betul mampu menjadi tumpuan dalam proses pembelajaran. Sebab masih diyakini bahwa proses pendidikan sangat ditentukan oleh keberadaan seorang guru. Maka dalam melakukan proses tersebut profesionalisme seorang guru menjadi prasyarat wajib menuju pendidikan yang bermutu, pendidikan yang berkualitas. Yang pada akhirnya juga akan mampu menyiapkan kader-kader yang berkualitas dan siap berdialektika dengan segala tuntutan keadaan baik yang dihadapi maupun akan dihadapi.

Mengutip sejarah singkat PGRI “Dengan semangat pekik MERDEKA yang bertalu-talu di tengah bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan : (1) Menjaga kedaulatan Republik Indonesia (2) Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan (3) Membela hak dan nasib buruh umumny dan guru pada khususnya. Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indoensia menyatakan dirinya bersatu dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).” 

PGRI terus dan terus berjuang, untuk memperjuangkan hak-hak guru. Berbarengan dengan terbentuk Kabupaten Belitung Timur tanggal 27 Januari 2003. kepengurusan PGRI Kabupaten Belitung Timur  juga terbentuk. Sampai saat ini PGRI Kabupaten Belitung Timur sudah berusia 17 tahun. Saat ini PGRI Belitung Timur dipimpin oleh Syamsul Hairun, S.Pd dan dibantu oleh Kemas Akhiriyan, M.Pd I selaku sekretaris serta pengurus lainnya yang selalu siap siaga dalam mengayomi anggotanya yang tidak mengenal lelah dengan tidak membeda-bedakan status pegawai  baik PNS maupun Non PNS. 

Banyak yang sudah diperbuat dan diperjuangkan PGRI Kabupaten Belitung Timur untuk kepentingaan Guru diantaranya:
Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan dinas intansi terkait di tingkat Kabupaten, termasuk Bupati dan DPRD. Melaksanakan pelatihan, Workshop untuk meningkatkan kompetensi guru seperti:

  1. Pelatihan Penyusunan PTS/PTK, Pembuatan Jurnal Ilmiah Guru, Workshop E-Learning, Seminar Pendidikan, dan lain-lain.
  2. Melakukan pendataan sekaligus memberikan penghargaan kepada guru-guru yang berprestasi dan berdedikasi.
  3. Membantu proses penyelesaian guru-guru yang tersandung hukum.
  4. Memberikan penguatan dan sumbangan kepada guru-guru yang terkena musibah.
  5. Menyelesaikan proses administrasi pengadaan kartu anggota PGRI untuk seluruh guru yang menjadi anggota PGRI.
  6. Mengadakan dan menyalurkan atribut organisasi ke seluruh wilayah organisasi.
  7. Mengusahakan sekretariat Cabang PGRI diseluruh wilayah kabupaten Belitung Timur.
  8. Membuahkan hasil yang memuaskan dalam memperjuangkan hak-hak guru terkait tunjangan berbasis kinerja bagi guru yang bersertifikasi tanpa turun ke jalan melainkan mediasi dengan pihak-pihak yang berwenang.

Sedangkan keberhasilan lainnya yang sudah dicapai oleh PGRI Kabupaten Belitung Timur yaitu:

  1. Pengusul pertama dan terus mendampingi pengusulan H.AS Hananjoeddin sebagai Pahlawan Nasional.
  2. Penghargaan dari PB PGRI atas Pencapaian Tatakelola Kuangan Terbaik yang diterima langsung oleh Syamsul Hairun, S.Pd  Ketua PGRI Kabupaten Belitung Timur pada tanggal 7 Juli 2019 di Jakarta.
  3. Piloting atau contoh dari PGRI yang ada di propinsi Bangka Belitung.
  4. Sukses melaksanakan Lingkar Belajar Guru kerja sama EI-PB PGRI yang dibertempat di Cabang Simpang Pesak.
  5. Meraih penghargaan DWIJA PRAJA NUGRAHA untuk Bupati Belitung Timur yang sudah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru yang diserahkan langsung oleh Mendikbud Nadim A. Makarim pada acara puncak HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional Tahun 2019 tanggal 30 November 2019 di Bekasi.
  6. Meraih penghargaan ketiga III Guru Bertutur Pajak tingkat Nasional atas nama Sadi Suharto, S.Ag. diserahkan langsung oleh Mendikbud Nadim A. Makarim pada acara puncak HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional Tahun 2019 tanggal 30 November 2019 di Bekasi.

Eksistensi PGRI Kabupaten Belitung Timur  akan terus melalui perjuangan tanpa mengenal lelah dan waktu demi kemaslahatan guru. Semoga untuk para guru Indonesia khususnya di guru di Kabupaten Belitung Timur bisa menjadi sosok guru yang di tunggu bangsa, Amin.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu